Selasa, 18 November 2014

TUGAS ANALISIS KESAAHLAN BERBAHASA CERAMAH AGAMA



TUGAS ANALISIS KESAAHLAN BERBAHASA CERAMAH AGAMA
Penceramah: KH. Zainuddin MZ.

Biografi singkat KH. Zainuddin MZ.

Kiai Haji Zainuddin Hamidi atau K.H. Zainuddin MZ lahir di Jakarta, 2 Maret 1952, Zainuddin merupakan anak tunggal buah cinta pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli. Sejak kecil memang sudah nampak mahir berpidato. Udin -nama panggilan keluarganya- suka naik ke atas meja untuk berpidato di depan tamu yang berkunjung ke rumah kakeknya. ‘Kenakalan’ berpidatonya itu tersalurkan ketika mulai masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Madrasah Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta. Di sekolah ini ia belajar pidato dalam forum Ta’limul Muhadharah (belajar berpidato).

Judul: Kisah Umar Bin Khatab
Ceramah KH. Zainuddin MZ dengan judul Kisah Umar Bin Khatab terdapat beberapa kesalahan berbahasa. Berikut akan dipaparkan kesalahan-kesalahan berbahasa KH. Zainuddin MZ.
1.             Pengaruh Bahasa Daerah
a.              Ente
Depdiknas (2008: 376) en.te /ente/ à 2anta. Depdiknas (2008: 73) 2an.ta Ar pron kamu
b.             Mantep
Depdiknas (2008: 876) man.tap a 1 tetap hati; kukuh; kuat; ia menggunakan pendapatnya dengan suara --; 2 tetap (tidak berubah, tidak bergoyah);
c.              Tarok
Depdiknas (2008: 1407) ta.ruk à taruh.
Depdiknas (2008: 1406) me.na.ruh v 1 meletakkan;menempatkan;
Penggunaan-penggunaan bahasa daerah tersebut di ucapkan oleh KH. Zainuddin MZ dalam sebuah ceramah. Ceramah agama merupakan suatu kegiatan atau acara resmi, sehingga seharusnya tidak menggunakan bahasa daerah.
1.       Pengaruh Bahasa Asing
a.       Planning
Arti bahasa Indonesia planning adalah rencana. Dalam sebuah ceramah agama yang menghadirinya biasanya masyarakat kalangan menengah, jadi tidak baik bila menggunakan bahasa asing karena masyarakat tersebut tidak mengetahui arti kata tersebut. .

Sumber :
1.      KBBI
3.      http://www.youtube.com/watch?v=scIDZDsrFwU

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN WACANA BLOGGER DOSEN

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN WACANA BLOGGER DOSEN

Nama Blog : Ermawati S. Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UIR

Alamat Blog : http://emmacantika58.blogspot.com/

Penulisan huruf kapital yang kita jumpai dalam tulisan resmi kadang-kadang menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku. ( setyawati, 2010: 156)

a.      Kesalahan berbahasa dalam penggunaan huruf kapital.

Hidup ini penuh dengan cerita, setiap hari kita bercerita dan apa yang bisa Anda ceritakan hari ini?

1.      Disana terdapat kata “Anda” penggunaan huruf kapital pada kata anda disana tidak tepat karena terletak tidak pada ketentuan yang ada .

SEBAGAI generasi muda, perlu memikirkan negeri ini agar tidak jatuh di tangan orang yang tidak memiliki asas tauhid yang kuat.
2.      Kata SEBAGAI yang semua huruf nya menggunakan huruf kapital . seharusnya cukup dengan “Sebagai” .


ALLAH SWT kerana memiliki tauladan
3.      Seharusnya   Allah Swt karena memiliki tauladan .

 Kita tahu saat ini bangsa Yahudi menguasai dunia,
4.      Dunia disana seharunya “D” kapital .

b.      Kesalah berbahasa dalam penggunaan diksi.

Ini penting sebagai kayu ukur bagi suatu sistem pendidikan yang mampu memberi pengaruh kepada ibu bapa serta  anak di alam persekolahan.

5.      Kata Kayu disana pengganti makna “alat

c.       Kesalahan penulisan
“Sesungguhnya, Kami berikan hikmah kepada Luqman, iaitu ,
6.      Iaitu seharunya yaitu .
dan sesiapa tidak bersyukur (kufur),
7.      Sesiapa disana maksudnya “siapa” .
Sumber : http://emmacantika58.blogspot.com/




analisis kesalahan berbahasa dalam papan nama



Kata “praktek”  pada gambar diatas merupakan kata yang tidak baku. Kata “praktek” seharusnya ditulis “praktik” dan perlu diingat dari kata tersebut. “praktik-praktikum” dan bukan “praktek-pratekum”. Dapat dilihat pada papan nama yang diberi tanda merah bagian atas itu tidak diberi tanda koma (,) terdapat kesalahan pada penamaan gelar seharusnya ditulis Dr. H. M. Yusuf, Ar.

a.      Bisa dilihat pada gambar diatas banyaknya  kesalahan penulisan pada papan nama diatas.  Kata “praktek”  pada gambar diatas merupakan kata yang tidak baku. Kata “praktek” seharusnya ditulis “praktik” dan perlu diingat dari kata tersebut. “praktik-praktikum” dan bukan “praktek-pratekum”. Penulisan “dr.” pada gambar diatas merupakan kesalahan dalam penulisan seharusnya “drg” ditulis dengan “Drg.” Dengan menggunakan huruf kapital diawal kata. Penulisan huruf kapital pada gelar seperti “drg. RINI” seharusnya ditulis ““Drg. Rini”. Kesalahan dalam penggunaan huruf kapital pada gelar pada orang.
b.       Pemberian Nama BANK

Dapat dilihat pada gambar diatas pada papan nama BANK yang diberi tanda merah. Terdapat kesalahan penulisan papan nama tersebut. Kata “Panin Bank” seharusnya ditulis dengan “BANK Panin” terdapat kesalahan pemakaian hukum D-M ( hukum Diterangkan – Menerangkan). Seharusnya kita harus lebih teliti dalam pemberian dan pemakaian papan nama tersebut.
             
Dapat dilihat pada gambar diatas yang diberi tanda merah, terdapat kesalahan pada papan nama peralatan rumah tangga . Pada kata”Star Home” , penggunaan bahasa asing pada papan nama hiburan tersebut. Seharusnya ditulis dengan “ Rumah Bintang” terdapat kesalahan pemakaian hukum D-M ( hukum Diterangkan – Menerangkan). Seharusnya mmenggunakan bahasa Indonesia agar orang yang membaca lebih mudah paham.
           
Dapat dilihat pada gambar diatas yang diberi tanda merah, terdapat kesalahan pada papan nama peralatan rumah tangga . Pada kata”fladeo shoes” , penggunaan bahasa asing pada papan nama hiburan tersebut. Seharusnya ditulis dengan “sepatu fladeo” terdapat kesalahan pemakaian hukum D-M ( hukum Diterangkan – Menerangkan). Seharusnya mmenggunakan bahasa Indonesia agar orang yang membaca lebih mudah paham.