ANALISIS
KESALAH PIDATO JOKOWI “ LANGKAH BARU INDONESIA “ METRO TV.
Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:485), arti kataLafal adalah cara
seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat bahasa mengucapkan bunyi
bahasa. Sementara menurut Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia (2009:326),lafal
adalah ucapan, sebutan lafas, perkataan ujaran, penuturan, bunyi, sepal (cak).
Berdasarkan data yang telah peneliti peroleh berkaitan dengan lafal bahasa
Indonesia pada pidato Presiden setelah pelantikan sebagai berikut:
A. Kesalahan
bahasa tataran fonologi.
1. Fonem /z/
cenderung berubah menjadi fonem / j/ dalam pelafalan.
Contoh : [
ajan ] untuk kata azan.
2. Diftong /
au/ cenderung berubah menjadi fonem /o/ dalam pelafalan.
Contoh : [
kalo] untuk kata kalau
[ sodara ] untuk kata saudara
3. Fonem /i/
cenderung berubah menjadi fonem /e/ dalam pelafalan.
Contoh :
[baek ] untuk katabaik.
[ soper] untuk kata supir.
[ hader] untuk kata hadir.
[ endonesia] untuk Indonesia.
4. Fonem /u/
cederung berubah menjadi fonem /o/ dalam pelafalan.
Contoh : [
soper] untuk kata supir.
[ kampong] untuk kata kampung
[ sebot] untuk kata sebut.
[ unto’] untuk kata untuk.
B. Kesalahan
berbahasa tataran sintaksis.
Penggunaan
dua kata yang bersinonim sekaligus dalam sebuah kalimat dianggap mubazir karena
tidak hemat. Oleh karana itu, yang digunakan salah satu saja agar tidak
mubazir. ( Setyawati, 2010:80).
Contoh tidak baku : bergotong royong bareng-bareng
Contoh baku : bergotong royong
sumber : KBBI
: youtube
: setyawati, nanik, kesalahan berbahasa ,2010. Surakarta: Yuma pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar