TUGAS ANALISIS KESAAHLAN BERBAHASA CERAMAH AGAMA
Penceramah: KH.
Zainuddin MZ.
Biografi singkat
KH. Zainuddin MZ.
Kiai Haji Zainuddin Hamidi atau K.H. Zainuddin MZ lahir
di Jakarta, 2 Maret 1952, Zainuddin merupakan anak tunggal buah cinta pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli. Sejak kecil memang sudah
nampak mahir berpidato. Udin -nama panggilan keluarganya- suka naik ke atas meja
untuk berpidato di depan tamu yang berkunjung ke rumah kakeknya. ‘Kenakalan’
berpidatonya itu tersalurkan ketika mulai masuk Madrasah Tsanawiyah hingga
tamat Madrasah Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta. Di sekolah ini ia belajar
pidato dalam forum Ta’limul Muhadharah (belajar berpidato).
Judul: Kisah
Umar Bin Khatab
Ceramah KH.
Zainuddin MZ dengan judul Kisah Umar Bin Khatab terdapat beberapa kesalahan
berbahasa. Berikut akan dipaparkan kesalahan-kesalahan berbahasa KH. Zainuddin
MZ.
1.
Pengaruh Bahasa Daerah
a.
Ente
Depdiknas (2008:
376) en.te /ente/ à 2anta. Depdiknas (2008: 73) 2an.ta Ar pron kamu
b.
Mantep
Depdiknas (2008:
876) man.tap a 1 tetap hati; kukuh; kuat; ia menggunakan pendapatnya dengan
suara --; 2 tetap (tidak berubah, tidak bergoyah);
c.
Tarok
Depdiknas (2008:
1407) ta.ruk à taruh.
Depdiknas (2008:
1406) me.na.ruh v 1 meletakkan;menempatkan;
Penggunaan-penggunaan
bahasa daerah tersebut di ucapkan oleh KH. Zainuddin MZ dalam sebuah ceramah. Ceramah
agama merupakan suatu kegiatan atau acara resmi, sehingga seharusnya tidak
menggunakan bahasa daerah.
1.
Pengaruh Bahasa Asing
a.
Planning
Arti bahasa
Indonesia planning adalah rencana. Dalam sebuah ceramah agama yang menghadirinya
biasanya masyarakat kalangan menengah, jadi tidak baik bila menggunakan bahasa
asing karena masyarakat tersebut tidak mengetahui arti kata tersebut. .
Sumber :
1.
KBBI
3.
http://www.youtube.com/watch?v=scIDZDsrFwU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar