Sabtu, 31 Mei 2014

ADVERBIA DAN KELAS KATA LAIN



ADVERBIA DARI SEGI PERILAKU SINTAKTISNYA
            Perilaku sintaktis adverbia dapat dilihat berdasarkan posisinya terhadap kata atau bagian kalimat yang dijelaskan oleh adverbia yang bersangkutan. Atas dasar itu, dapat dibedakan empat macam posisi adverbia, yaitu:
1.      Adverbia yang mendahului kata yang diterangkan:
a.      Kelas itu sangat kotor. : K\lokal itu padek koto nyo.
b.      Pertanyaannya terlalu mudah untukku. : Pertanyaan terlalu sonang untukku.

2.      Adverbia yang mengikuti kata yang diterangkan:
a.      Mulia sekali cita-citanya. : mulia boto cita-citanyo
b.      Kami bercerita pengalaman saja hari ini. : Kami mencito pengalaman miank ai iko.

3.      Adverbia yang mendahului atau mengikuti kata yang diterangkan:
a.      Begitu pelajaran selesai, iasegera pulang. : Begitu pelajaran udah siap, inyo baliek.
b.      Kemarin harga beras amat mahal. : Semalam ugu omeh padek maha nyo.

4.      Adverbia yang mendahului dan mengikuti kata yang diterangkan:
a.      Kami hanya mengikuti saja perintahnya. : Kami hanya ikuik perindah inyo.
b.      Saya yakin bukan dia saja pencurinya. : Aku yakin bukan inyo samiank yang mencui nyo.

ADVERBIA DARI SEGI PERILAKU SEMANTISNYA
            Berdasarkan perilaku semantisnya, dapat dibedakan delapan jenis adverbia:
1.      Adverbia Kualitatif
 Adverbia Kualitatif adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat, derajat, atau mutu.Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti paling, sangat, lebih, dan kurang.

a.      Saya paling suka makanan yang pedas. : Aku padek ajin makan podeh.
b.      Pelajaran IPA lebih sulit daripada pelajaran IPS. : Pelajaran IPA padek payah nyo dai pado pelajaran IPS.





2.      Adverbia Kuantitatif
Adverbia Kuantitatif menggambarkan makna yang berhubungan dengan jumlah yang termasuk adverbia ini, antara lain, kata banyak, sedikit, kira-kira, dan cukup.
a.      Setiap hari banyak bayi yang lahir di dunia. : Setiap ai banyak bayi yang lahir didunie ko.
b.      Tingkah laku orang itu sedikit mencurigakan. : Tingkah laku uyang tu sekocit mencurigakan.

3.      Adverbia Liminatif
Adverbia Liminatif adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan pembatasan.Kata-kata seperti hanya, saja, dan sekadar.
a.      Saya hanya mengenakan baju itu saat pesta. : Aku hanya makai baju itu waktu pesta miank.
b.      Kami pergi liburan ke pantai saja. :  kami poi liburan ke pantai miank.

4.      Adverbia Frekuentatif
Adverbia Frekuentatif adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu. Kata yang tergolong adverbia ini, misalnya: selalu, sering, jarang, dan kadang-kadang.
a.      Dia selalu melukai hatiku. : Inyo selalu melukai hati aku.
b.      Saya jarang keluar rumah. : Aku jaang kelua malam.

5.      Adverbia Kewaktuan
Adverbia Kewaktuan adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan saat terjadinya peristiwa yang diterangkan oleh adverbia itu.Yang termasuk adverbia kewaktuan ialah bentuk seperti baru dan segera.
a.      Saya baru selesai mengerjakan tugas. : Aku bau udah selosai ngujukan tugas.
b.      Begitu mendengar suara bom, kami segera lari. : Beitu mendonga sao bom,kami langsong lai.






6.      Adverbia Kecaraan
Adverbia Kecaraan adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan bagaimana peristiwa yang diterangkan oleh adverbia itu berlangsung atau terjadi.Yang termasuk adverbia kecaraan ini adalah bentuk-bentuk seperti diam-diam, secepatnya, dan pelan-pelan.
a.      Ibu belajar motor pelan-pelan. : Ibu mengaja hondak bayok-bayok.
b.      Adik pergi ke pesta diam-diam. : Adik poi ke pesta ontok-ontok.

7.      Adverbia Kontrastif
Adverbia Kontrastif adalah adverbia yang menggambarkan pertentangan dengan makna kata atau hal yang dinyatakan sebelumnya.Yang termasuk dalam adverbia kontrastif adalah bentuk seperti bahkan, malahan, dan justru.
a.      Pemuda itu bukan pencuri justru dia yang menolongku. : Pemuda itu bukan pencui justru inyo menolong aku.
b.      Jangankan memberi malahan dia meminta uang itu. : Jangankan memboi malah inyo memintu duit itu.

8.      Adverbia Keniscayaan
Adverbia Keniscayaan adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan kepastian tentang berlangsungnya atau terjadinya hal atau peristiwa yang dijelaskan adverbia itu.Yang termasuk adverbia keniscayaan adalah seperti niscaya, pasti, dan tentu.
a.      Kami pasti pergi ke pestamu. : Kami pasti poi kepesta inyo.
b.      Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya sukses. : Setiap uyang tuo pasti ingin anak nyo sukses.

ADVERBIA KONJUNGTIF
Adverbia  konjungtif adalah adverbia yang menghubungkan satu klausa atau kalimat dengan klausa atau kalimat yang lain. Contoh adverbia konjungtif:        
a.       biarpun demikian/ begitu
sekalipun demikian/ betitu
sungguhpun demikian/ begitu
walaupun demikian/ begitu
meskipun demikian/ begitu
b.      kemudian, sebuah itu, setelah itu, selanjutnya
c.       tambah pula, lagi pula, selain itu
d.      sebaliknya
e.      sesungguhnya, bahwasanya
f.        malah(an), bahkan
g.       (akan) tetapi, namun
h.      kecuali itu
i.         dengan  demikian
j.        oleh karena itu, oleh sebab itu
k.       sebelum itu
l.         bahkan
contoh:
a.      Kami pergi belanja ke pasar. Setelah itu, kami makan sate. : Kami poi belanjo kepasa,siap itu kami makan sate.
b.      Keadaannya sudah mulai membaik. Bahkan, dia bisa berjalan kembali. : Keadaan nyo udah elok,bahkan inyo udah bejalan dah.

ADVERBIA PEMBUKA WACANA
Adverbia pembuka wacana pada umumnya mengawali suatu wacana. Hubungannya pada paragraf sebelumnya didasarkan pada makna yang terkandung pada paragraf  sebelumnya itu.
Adverbia pembuka wacana pada kelompok:
1.      masih sering digunakan                    2. umumnya pada naskah satra lama
adapun                                                    alkisah
akan hal                                                  arkian
mengenai                                                sebermula
dalam pada itu                                        syahdan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar