ADVERBIA DARI
SEGI PERILAKU SINTAKTISNYA
Perilaku sintaktis adverbia dapat dilihat berdasarkan posisinya terhadap kata
atau bagian kalimat yang dijelaskan oleh adverbia yang bersangkutan. Atas dasar
itu, dapat dibedakan empat macam posisi adverbia, yaitu:
1. Adverbia yang
mendahului kata yang diterangkan:
a. Kelas itu sangat
kotor. : K\lokal itu padek koto nyo.
b. Pertanyaannya terlalu
mudah untukku. : Pertanyaan terlalu sonang untukku.
2. Adverbia yang
mengikuti kata yang diterangkan:
a. Mulia sekali
cita-citanya. : mulia boto cita-citanyo
b. Kami bercerita
pengalaman saja hari ini. : Kami mencito pengalaman miank ai iko.
3. Adverbia yang
mendahului atau mengikuti kata yang diterangkan:
a. Begitu
pelajaran selesai, iasegera pulang. : Begitu pelajaran udah siap, inyo
baliek.
b. Kemarin harga
beras amat mahal. : Semalam ugu omeh padek maha nyo.
4. Adverbia yang
mendahului dan mengikuti kata yang diterangkan:
a. Kami hanya
mengikuti saja perintahnya. : Kami hanya ikuik perindah inyo.
b. Saya yakin bukan
dia saja pencurinya. : Aku yakin bukan inyo samiank yang mencui nyo.
ADVERBIA DARI
SEGI PERILAKU SEMANTISNYA
Berdasarkan perilaku semantisnya, dapat dibedakan delapan jenis adverbia:
1. Adverbia
Kualitatif
Adverbia
Kualitatif adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan
tingkat, derajat, atau mutu.Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti
paling, sangat, lebih, dan kurang.
a. Saya paling
suka makanan yang pedas. : Aku padek ajin makan podeh.
b. Pelajaran IPA lebih
sulit daripada pelajaran IPS. : Pelajaran IPA padek payah nyo dai pado
pelajaran IPS.
2. Adverbia Kuantitatif
Adverbia
Kuantitatif menggambarkan makna yang berhubungan dengan jumlah yang termasuk
adverbia ini, antara lain, kata banyak, sedikit, kira-kira, dan cukup.
a. Setiap hari banyak
bayi yang lahir di dunia. : Setiap ai banyak bayi yang lahir didunie ko.
b. Tingkah laku
orang itu sedikit mencurigakan. : Tingkah laku uyang tu sekocit
mencurigakan.
3. Adverbia
Liminatif
Adverbia
Liminatif adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan
pembatasan.Kata-kata seperti hanya, saja, dan sekadar.
a. Saya hanya
mengenakan baju itu saat pesta. : Aku hanya makai baju itu waktu pesta miank.
b. Kami pergi
liburan ke pantai saja. : kami
poi liburan ke pantai miank.
4. Adverbia
Frekuentatif
Adverbia
Frekuentatif adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan
tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu. Kata yang
tergolong adverbia ini, misalnya: selalu, sering, jarang, dan kadang-kadang.
a. Dia selalu melukai
hatiku. : Inyo selalu melukai hati aku.
b. Saya jarang
keluar rumah. : Aku jaang kelua malam.
5. Adverbia
Kewaktuan
Adverbia
Kewaktuan adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan saat
terjadinya peristiwa yang diterangkan oleh adverbia itu.Yang termasuk adverbia
kewaktuan ialah bentuk seperti baru dan segera.
a. Saya baru selesai
mengerjakan tugas. : Aku bau udah selosai ngujukan tugas.
b. Begitu
mendengar suara bom, kami segera lari. : Beitu mendonga sao bom,kami
langsong lai.
6. Adverbia
Kecaraan
Adverbia
Kecaraan adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan
bagaimana peristiwa yang diterangkan oleh adverbia itu berlangsung atau
terjadi.Yang termasuk adverbia kecaraan ini adalah bentuk-bentuk seperti diam-diam,
secepatnya, dan pelan-pelan.
a. Ibu belajar
motor pelan-pelan. : Ibu mengaja hondak bayok-bayok.
b. Adik pergi ke
pesta diam-diam. : Adik poi ke pesta ontok-ontok.
7. Adverbia
Kontrastif
Adverbia
Kontrastif adalah adverbia yang menggambarkan pertentangan dengan makna kata
atau hal yang dinyatakan sebelumnya.Yang termasuk dalam adverbia kontrastif
adalah bentuk seperti bahkan, malahan, dan justru.
a. Pemuda itu
bukan pencuri justru dia yang menolongku. : Pemuda itu bukan pencui
justru inyo menolong aku.
b. Jangankan
memberi malahan dia meminta uang itu. : Jangankan memboi malah inyo
memintu duit itu.
8. Adverbia
Keniscayaan
Adverbia
Keniscayaan adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan
kepastian tentang berlangsungnya atau terjadinya hal atau peristiwa yang
dijelaskan adverbia itu.Yang termasuk adverbia keniscayaan adalah seperti niscaya,
pasti, dan tentu.
a. Kami pasti
pergi ke pestamu. : Kami pasti poi kepesta inyo.
b. Setiap orang
tua tentu menginginkan anaknya sukses. : Setiap uyang tuo pasti ingin
anak nyo sukses.
ADVERBIA
KONJUNGTIF
Adverbia
konjungtif adalah adverbia yang menghubungkan satu klausa atau kalimat dengan
klausa atau kalimat yang lain. Contoh adverbia
konjungtif:
a. biarpun
demikian/ begitu
sekalipun
demikian/ betitu
sungguhpun
demikian/ begitu
walaupun
demikian/ begitu
meskipun
demikian/ begitu
b. kemudian,
sebuah itu, setelah itu, selanjutnya
c. tambah
pula, lagi pula, selain itu
d. sebaliknya
e. sesungguhnya,
bahwasanya
f.
malah(an), bahkan
g. (akan)
tetapi, namun
h. kecuali itu
i.
dengan demikian
j.
oleh karena itu, oleh sebab itu
k. sebelum
itu
l.
bahkan
contoh:
a. Kami pergi
belanja ke pasar. Setelah itu, kami makan sate. : Kami poi belanjo
kepasa,siap itu kami makan sate.
b. Keadaannya
sudah mulai membaik. Bahkan, dia bisa berjalan kembali. : Keadaan nyo
udah elok,bahkan inyo udah bejalan dah.
ADVERBIA
PEMBUKA WACANA
Adverbia
pembuka wacana pada umumnya mengawali suatu wacana. Hubungannya pada paragraf
sebelumnya didasarkan pada makna yang terkandung pada paragraf sebelumnya
itu.
Adverbia
pembuka wacana pada kelompok:
1. masih sering
digunakan
2. umumnya pada naskah satra lama
adapun
alkisah
akan hal
arkian
mengenai
sebermula
dalam pada
itu
syahdan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar