FRASA DALAM MAJALAH BOBO EDISI XXXV
FRASE ENDOSENTRIK
Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai
distribusi yang sama dengan unsurnya.
contohnya :
contohnya :
1.
Pipiyod, anak pak tobi sangat jahat.
2.
Oki dan Nirmala menangkap nenek sihir.
3.
Anak- anak itu akan pergi rekreasi.
4.
Rumah besar itu sudah terjual.
Frase
endosentrik yang koordinatif, yaitu frase yang terdiri dari
unsur-unsur yang setara, ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu
dihubungkan dengan kata penghubung.
1.
Ayam dan entok termasuk dalam jenis unggas.
2.
Dulu sebagian besar penduduk indonesia punya alu dan lesung.
3.
Capung bisa naik,turun, maju dan mundur.
Frase
endosentrik yang atributif, yaitu frase
yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Salah satu unsurnya merupakan
inti dan unsur lain menjadi keterangan. Frase ini ditandai oleh adanya unsur
yang berfungsi sebagai atribut. Inti frase disebut yang diterangkan (D) dan
atribut frase disebut yang menerangkan (M)
1. Pesta itu diadakan di taman bunga.
2.
Kita bikin
lomba mencari permen mungil aja.
3. Bona mau ikut lomba topi keren.
Frase
endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan
tambahan.
1.
Ayo adi, kamu
pasti bisa kalahkan dia.
2.
Coreng,
kakaknya cimut sedih di tepi kolam.
Frase Nominal: frase yang memiliki
distributif yang sama dengan kata nominal.
1.
Desa kincir
angin.
2.
SD nusantara
3.
Pot wortel
Frase Verbal:
frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata verbal.
1.
Akan bernyanyi
2.
Doni membagi
bola kepada arman.
3.
Coreng
memandang bobo dengan mengangkat bahu.
4.
Menurutku emak
lebih sayang kepada upik.
Frasa Ajektifa: ialah kelompok kata yang dibentuk oleh kata sifat atau
keadaan sebagai inti (diterangkan) dengan menambahkan kata lain yang berfungsi
menerangkan, seperti : agak, dapat, harus, lebih,
paling dan 'sangat.
1.
Sinar matahari kelihatannya putih.
2.
Kebun bidatang sangat ramai.
3.
Bona mau ikut lomba topi keren.
Frasa Numeralia: ialah kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan.
1.
Topi yang
dijemur terbang ke atas kepala seekor kambing.
2.
Pengunjung pertama.
3.
Berhadiah setengah
lusin buku.
Frase Keterangan: frase yang mempunyai distribusi
yang sama dengan kata keterangan.
1.
Enam bulan lalu, fara sedih ketika ayahnya pergi ke belanda.
2.
Selama setahun iya hanya tinggal bersama ibunya.
3.
Tadi sore fara mendapat surat dari sahabatnya.
Frase Depan: frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda, diikuti oleh
kata atau frase sebagai aksinnya.
1.
Pesta diadakan di taman bunga
2.
Rongrong menangis di tepi kolam.